365615
Cut Nyak Dien

Di rimba Aceh, matanya sudah rabun,

tapi telinganya masih bisa membedakan derap kuda musuh dari derap kuda sendiri.

Umur tak lagi muda, kaki tak lagi kuat berlari,

tapi tombak di tangannya tak pernah ditaruh sembarangan.

Suaminya gugur, ia tak sempat menangis lama,

sebab air mata katanya bisa ditunda, perang tidak.

Ia pindah dari hutan ke hutan, dari sembunyi ke sembunyi,

membawa dendam yang dijaga baik-baik seperti bara dalam sekam.

Kini ia jadi nama jalan dan judul bab di buku sejarah,

dibaca sekilas lalu dilupakan sebelum ujian selesai.

Padahal dulu, di usia senjanya,

perempuan itu masih memilih hutan ketimbang menyerah.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait