Darah di atas Bambu runcing
Bambu-bambu berdiri tegap di barisan depan,Menusuk langit pagi dengan luka yang dalam.Di sana, darah seorang pahlawan menetes suci,Menghapus kelam malam dari bumi pertiwi.
Ia tak gentar hadapi besi dan mesiu,Saat deru peluru merobek angin serdadu.Tubuhnya boleh rebah ke pangkuan pertiwi,Namun semangatnya menyala, takkan pernah mati.
Darah merah di ujung bambu yang tajam,Menjadi saksi sunyi di tengah malam.Ia berbisik pada angin, pada setiap tunas bangsa:”Merdeka adalah harga mati, selamanya!”