12036
Darah di atas Bambu runcing

Darah di atas Bambu runcing 

Bambu-bambu berdiri tegap di barisan depan,Menusuk langit pagi dengan luka yang dalam.Di sana, darah seorang pahlawan menetes suci,Menghapus kelam malam dari bumi pertiwi.

Ia tak gentar hadapi besi dan mesiu,Saat deru peluru merobek angin serdadu.Tubuhnya boleh rebah ke pangkuan pertiwi,Namun semangatnya menyala, takkan pernah mati.

Darah merah di ujung bambu yang tajam,Menjadi saksi sunyi di tengah malam.Ia berbisik pada angin, pada setiap tunas bangsa:”Merdeka adalah harga mati, selamanya!”

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait