Di balik dinding pingitan kota Jepara,
Kau simpan rahasia mimpi yang membara.
Goresan pena di atas kertas putih,
Menjadi saksi perjuangan tanpa rintih.
R.A. Kartini, jiwamu melompati zaman,
Melawan sekat tradisi dan keterkungkungan.
Bukan dengan senapan kau angkat bicara,
Melainkan dengan kata yang menggugah jiwa.
Dari kegelapan yang mengekang cita,
Kau bentangkan jalan terang bagi wanita.
Agar sejajar melangkah, bebas bermimpi,
Tak lagi terpenjara di balik bayang sunyi.
“Habis Gelap Terbitlah Terang” kau serukan,
Gema abadi menembus lintasan zaman.
Harum namamu terus hidup di dada,
Menyala dalam tiap senyum perempuan Indonesia.